12 Okt 2016

Pertimbangkan 3 Faktor Utama Saat Beli Rumah Pertama Kalinya

Kebanyakan calon pembeli rumah pertama belum memiliki pengalaman dalam hal jual beli rumah. Itulah mengapa mereka cenderung sulit untuk memilih hunian yang tepat. Pengalaman berbeda tentu akan terjadi saat pembelian rumah kedua, ketiga, dan seterusnya.

Belum lagi, calon pembeli rumah pertama biasanya memiliki keinginan yang cukup muluk dengan tidak ditunjang sektor keuangan. Mereka akan lebih mencari rumah murah dengan ukuran yang luas dan berada di lingkungan yang menjanjikan. Sayangnya kriteria tersebut sangat kecil kemungkinan untuk ditemui.

Guna mengatasi hal tersebut, ada beberapa hal yang bisa diterapkan agar Anda tidak menyesal dalam membeli rumah pertama.
  1. Rumah Tumbuh. Setiap orang tentu menginginkan rumah cukup luas, sehingga dapat menampung anggota keluarga beserta anak-anak nantinya. Namun begitu tak perlu terburu nafsu, Anda bisa membeli hunian dengan konsep rumah tumbuh, di mana rumah dapat dikembangkan secara bertahap dalam jangka panjang.Sebagai contoh, awal membeli rumah dengan luas bangunan sekitar 36 m2 dengan 2 kamar tidur. Seiring berjalannya waktu, ketika jumlah kamar bertambah seiring dengan jumlah anak yang dimiliki, Anda bisa memperluas rumah tersebut. Mulai dengan menambah jumlah kamar atau menambah ruang lain. Tentu saja Anda tetap dapat membangun rumah meski konsepnya bukanlah rumah tumbuh, hanya saja hal itu memakan budget lebih mahal ditambah dengan banyaknya sampah material. Pasalnya, rumah tumbuh sudah memikirkan dengan matang pertumbuhan rumah berdasarkan dengan apa yang direncanakan.
  2. Fasilitas. Demi menunjang kebutuhan hidup keluarga, lingkungan rumah juga harus memiliki fasilitas yang memadai. Setidaknya, jarak rumah dengan rumah sakit, sekolah, area komersial, serta transportasi umum tidak terlalu jauh. Mungkin sekarang Anda tidak terlalu memikirkannya, tapi suatu saat, kita membutuhkan segala hal ittu guna menunjang taraf hidup di kemudian hari.
  3. Kenyamanan. Ada dua faktor terkait kenyamanan hunian, yakni faktor internal dan eksternal. Kenyamanan internal adalah terkait bangunan rumah, mulai dari sirkulasi, penggunaan material yang ramah lingkungan, tinggi sealing, dan sebagainya.

Sementara faktor eksternal adalah faktor di luar rumah atau terkait lingkungan di mana rumah Anda berada. Misalnya lingkungan yang bebas banjir, tidak rawan kejahatan, hingga akses jalan yang mudah dilalui. Banyaknya ruang terbuka hijau juga perlu diperhatikan agar kualitas hidup keluarga Anda dapat terjaga dengan baik nantinya.

Sumber: finance.detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar